Sinopsis Novel Suite Francaise

Suite Francaise : Tragedi Cinta Dan Kehidupan Pada Era Nazi Di Perancis




Judul Buku                 : Suite Francaise : Tragedi Cinta Dan Kehidupan Pada Era Nazi Di
  Perancis
No. Isbn                      : 9786028579803 
Penulis                        : NN 
Penerbit                      : Qanita 
Tahun Terbit              : 2011
Jumlah Halaman         : 640  
Kategori                      : Kisah Nyata 
 LabelTeks Bahasa     : Indonesia ·


Minnasan Konnichiwa hai hai hai postingan pertama di blog ini saya akan berbagi cerita mengenai siposis novel :) terjemahan pertama yang saya baca berjudul Suite Francaise mahakarya Irene Nemirovsky yang tebel sampai 640 halama. Sebetulnya sedikit sulit mengingat kembali apa yang telah saya baca sekitar 2 tahun yang lalu tapi kita coba saja. Mahakarya tersebut belum sempat dituntaskan oleh penulis karena Irene Nemirovsky meninggal dunia (baca profile penulis).  Sebetulnya saya kurang menyukai novel terjemahan yang kadang bahasnya sulit difahami, tapi kenapa saya membaca mahakarya ini ? karena waktu itu sedang ada book fair di depan masjid Agung Kota Sukabumi jadilah teman saya membeli buku ini karena harganya yang waktu itu hanya sekitar Rp 99.000 dan setiap hari ia bawa ke sekolah dan disimpan di ruang Paskibra dan karena saya melihatnya setiap hari saya putuskan untuk mulai membaca cover belakangnya ketika saya fikir itu menarik saya langsung membacanya sampai memakan waktu lima hari membaca novel karya Irene Nemirovsky itu wih wih. Baiklah cukup basa-basi busuk nya sekarang saya akan bercerita mengenai isi novel tersebut, selamat membaca minna J
Suite Francise adalah sebuah mahakarya dari Irene Nemirovsky yang dalam ceritanya penulis berusaha menggambarkan senyata mungkin kegelisahan dan penderitaan masyarakat Prancis  pada  kurun waktu Perang Dunia II. Irene Novirosky menggambarkan keadaan itu melalui sederetan karakter yang mewakili masyarakat Prancis dari berbagai kelas sosial.
  •  Badai di Bulan Juni

Bagian pertama novel ini diberi judul “Badai di Bulan Juni”, mengambil waktu mulai dari bulan Juni 1940 saat tentara Jerman memulai pendudukan atas Prancis . Berikut ini adalah karakter-karakter yang ada di dalamnya:
  1.     .       keluarga Péricand, keluarga kaya dan terhormat. Philippe, anak lelaki tertua pasangan Péricand adalah seorang pendeta, adiknya Hubert remaja delapan belas tahun yang masih kekanak-kanakan, dan tiga adik mereka, Bernard, Jacqueline, dan Emmanuel masih kecil-kecil. Kakek Péricand , sang ahli waris keluarga Maltête dari Lyon, sudah cacat dan duduk di kursi roda. Dengan kekayaan yang mereka miliki, keluarga Péricand selalu menyisihkan sebagian untuk amal sesuai dengan kewajiban penganut Kristen yang baik, demikian kata Madame Péricand.
  2.  Penulis Gabriel Corte, kaya dan terkenal, namun sangat sombong. Corte punya banyak wanita simpanan, namun hanya satu yang “resmi”, yaitu Florence.
  3. Mewakili rakyat kelas menengah, ada pasangan Michaud yang sederhana dan hidup   dengan harmonis. Maurice sang suami bekerja sebagai karyawan bagian keuangan dan Jeanne sang istri sekretaris di bank yang dipimpin Monsieur Corbin. Pasangan memiliki seorang putra, Jean-Marie, yang ikut berperang membela Prancis.
  4. Charles Langelet, seorang pria kaya kolektor barang-barang indah, yang dikenal sangat kikir.

Keluarga Péricand, Gabriel Corte dan Florence, pasangan Michaud, Monsieur Corbin, dan juga Charles Langelet mempunyai tujuan yang sama yaitu pergi sejauh mungkin meninggalkan Paris karena kota itu akan diduduki tentara Jerman. Disini kita akan mulai megetahui apa saja yang dialami oleh masyarakat Perancis melalui tokoh-tokoh tadi dalam perjalanan mereka meniggalkan Paris. Mereka berusaha pergi dari Paris ke tempat tujuan masing-masing, di tengah ancaman bom dan tembakan dari pesawat-pesawat Jerman, belum lagi ancaman perampokan dari sesama warga sipil. Segalanya kacau balau. Mulai dari mada Perichand yang marah-marah ketika anak-anaknya membagikan coklat kepada orang-orang disekitarnya, Corte yang menolak kamar hotel berukuran kecil dan tinggal satu-satunya yang tersisa namun akhirnya ia terpaksa bermalam disitu dan pasangan Michaud yang tetap bersabar meski lelah berjalan dalam panas nya bulan Juni dan mengkhawatirkan keselamatan putranya Jean-Marie. Sementara itu Jean-Marie yang terluka, ditemukan dan dirawat oleh keluarga petani yang memiliki dua orang putri, yang pertama putri kandung dan yang satunya lagi putri angkat: Cécile dan Madeleine dan keduanya menyukai Jean-Merrie.

·         Dolce
Bagian kedua yang berjudul “Dolce” menceritakan bulan-bulan pertama pendudukan Jerman di Prancis. Ada beberapa karakter baru, antara lain:      
  1. Keluarga Angellier dari kaum borjuis, yang terdiri dari Madame Angellier dan menantu perempuannya, Lucile. Gaston, anak lelaki Madame Angellier dan suami Lucile, ikut berperang dan sedang ditawan oleh Jerman. Madame Angellier seorang wanita yang otoriter dan dominan, sedangkan Lucile yang cantik penyendiri dan kutu buku. Kedua wanita yang bertolak belakang ini tinggal di sebuah rumah indah di Bussy, desa yang pada saat itu diduduki tentara Jerman. Seperti di banyak rumah lainnya, mereka harus menerima seorang perwira Jerman untuk tinggal dalam rumah mereka. Perwira Jerman yang tinggal di rumah Angellier bernama Bruno von Falk, pemuda tampan dengan mata besar dan rambut pirang. Walau pada mulanya Lucile bersikap kaku terhadap “musuh dalam selimut” ini, namun keramahan Bruno membuatnya luluh dan akhirnya mereka pun berteman. Hubungan pertemanan ini lambat laun berubah menjadi sesuatu yang lain, apalagi karena Lucile tak benar-benar mencintai suaminya yang serong. Hal ini tak luput dari pengamatan Madame Angellier yang merasa Lucile telah mengkhianati putranya.
  2.   Vicomte dan Vicomtesse de Montmort adalah sepasang bangsawan yang hipokrit. Sang Vicomtesse berseru di depan murid-murid sekolah supaya mereka “bermurah hati” dan “tidak memikirkan diri sendiri”, sementara ia sendiri memakai sepatu seharga delapan ratus lima puluh franc. Ada kebencian turun temurun antara keluarga Sabarie dan keluarga Montmort.
  3.  Keluarga Sabarie—keluarga petani yang merawat Jean-Marie Michaud—kembali muncul dalam bagian kedua novel ini. Madeleine sudah menikah dengan Benoît, putra keluarga Sabarie, meskipun ia masih mencintai Jean-Marie. Karena pertikaian dengan perwira Jerman yang tinggal di rumah mereka (Benoît cemburu buta melihat perwira itu menggoda istrinya), Benoît melarikan diri dan akhirnya bersembunyi di rumah keluarga Angellier.




Suite Française sudah difilmkan pada tahun 2013 dengan bintang Michelle Williams sebagai Lucile Angellier, Matthias Schoenaerts sebagai Bruno von Falk dan Kristin Scott Thomas sebagai Madame Angellier,dll.

Menurut saya cerita yang paling menarik adalah di bagian Dolce karena disini banyak sekali kisah-kisa cinta yang bisa dikatakan terlarang, yang menjadikan konflik di novel ini tidak hanya mengenai perang saja. Hubungan antara Luice dan tentara Jerman yang juga sudah menikah adalah satu yang membuat saya menarik. Kisah Beniot yang memiliki masalah dengan tentara Jerman karena kecemburuan nya atapun kisah Medeliene dan Jean-Merrie adalah hal-hal yang cukup menarik juga dan yang juga menarik adalah pendeta Phlippe yang meniggal karena anak-anak yatim piatu yang ia bawa bersamanya. Pada awalnya alurnya memang sangat sulit untuk dimengerti apalagi banyak tokoh yang diceritakan terutama ketika penulis berusaha memindahkan topik bahasan dari tokoh yang satu ke tokoh yang lainnya disitu cukup membuat kening berkerut J hehe tapi untuk sebuah mahakarya yang belum usai novel ini sangat menarik dan nyata, Irene Namurovsky berhasil menggambarkan setiap tokoh dengan beban yang mererka pikul selama perang berlangsung dan membawa pembaca khushnya saya merasakan kegelisahan setiap tokoh seperti saya berada pada masa itu.



Neng Sani Meilani

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar