Sinopsis Novel Memoar Sherlock Holmes (Kasus Penutup)





Judul                 : Memoar Sherlock Holmes
Pengarang        : Sir Arthur Conan Doyle
Penerbit            : Gramedia
Tebal                 : 404 halaman
Tahun Terbit    : 2099
Kategori            : Mistery-Thriller

Minnasan Konichiwa :) wahhh masih bercerita tentang detektif ciptaan Sir Arthur Connan Doyle nih kali ini saya akan bercerita tentang Memoar Sherlock Holmes tapi hanya bagian kasus peutup saja yahhh, lain kali kalau saya punya waktu luang saya akan bercerita kembali mengenai petualangan Holmes yang lain. Kasus penutup sebenarnya adalah kasus dimana Holmes bertarung melawan musuh bebuyutannya tuh penjahat kelas kakap yang berprofesi sebagai guru besar matematika yapps siapa lagi kalau bukan Prof. Moriarty, kalo temen-temen pernah nonton Detecetive Connan Movie yang judulnya saya lupa yang pokoknya Connan nya masuk ke zaman Inggris Abad 19 gitu deh, disitu ditampilin tuh tokoh Prof. Moriarty sama Holmes tapi versi anime yahhhh,wkwk. Kasus penutup itu sangat identik dengan Air terjun Reichenbach di Swiss ? wah ada yang tau kenapa Air terjun itu sangat melegenda dalam cerita Sherlock Holmes ? Oke Sherlockian selamat membaca.

Hubungan Sherlock Holmes dengan sahabtnya Dr. Watson sudah tidak seintendif dulu lagi dakrenakan keadaan yang berubah setelah pernikahan Watson dengan istrinya dan ia mulai membuka praktik kembali mereka jadi jarang bertemu. Tapi pada suatu malam betapa terkejutnya Watson ketika orang yang sedang di fikirnkannya berjalan ke tempat praktiknya dengan wajah yang acak-acakan dan mengalami luka tembakan di jari-jarinya setelah masuk ia menutup semua jendela dan mematikan semua penerangan. Tidak biasanya Holmes ketakutan seperti ini, ia mulai bercerita bahwa ia berhasil menemukan seorang yang begitu jahat,cerdik dan licik bisa dikatakan sebagai sumber kejahatan di London begitu lincahnya penjahat ini hingga para penegak hukumpun kelabakan dibuatnya. Hingga hanya Holmes lah yang bertekad untuk mengungkapakan kasus ini hingga ke akar-akarnya. Akhirnya Holmes dan Dr. Watson pergi ke beberapa Negara Eropa namun Prof.Moryarti terus mengejar. Saat kereta yang membawa Holmes dan teman karibnya sudah meninggalkan station Prof.Moryarti langsung menyewa kereta khusus untuk mengejarnya, namun upaya itu sia-sia karena Holmes sudah turun di station pemberhentian berikutnya di Canterbury. Akhirnya mereka melanjutkan perjalanan dan pada tgl Mei ketika mereka sampai di Desa kecil bernama Meringen. Mereka menginap di sebuah penginapan yang dikelola oleh si tua Peter Steiler. Pemilik penginapan itu cerdik dan baik hati, karena dia dulu pernah bekerja di Hotel Grosvenor, di London. Atas sarannya esok paginya tanggal 4 Mei Holmes dan Watson pergi mendaki perbukitan dan akan menginap di desa kecil bernama Rosenlaui. Mereka telah diperingatkan supaya kalu kami lewat air terjun Reichenbach, yang letaknya kira-kira di tengah-tengah perbukitan itu, mereka harus mengitari air terjun itu. Saat mereka sedang mengamati air terjun itu tiba-tiba ada seorang bocah yang mengantarkan surat yang ditujukan kepada Watson dan surat tersebut berasal dari penginapan yang mereka tempati tadi. Surat itu ditulis oleh pemilik hotel itu rupanya, beberapa menit setelah mereka pergi ada seorang wanita Inggris yang tiba dihotel itu dengan keadaan sakit parah. Akhirnya Watson pun meninggalkan Holmes dengan berat hati di Air terjun Reichenbach dengan ditemani bocah tadi, itulah terakhir kalinya Watson melihat Holmes berada di dunia ini. Setelah Watson sampai di Meiringen ia langsung bertanya tentang wanita itu tetapi disana tidak ada seorang wanita yang sakit ia sangat terkejut dan bergegas kembali ke air terjun Reichenbach. Tongkat penyangga milik Holmes masih tersandar di batu yang disandari olehnya tadi, tapi Holmes tidak terlihat, keadaan itu membuat Watson amat takut dan sedih, itu berarti Holmes belum sempat pergi ke Rosenlaui. Saat musuh menghampirinya, dia masih berada di jalanan yang sempti ini. Bocah yang tadi mengantarkan surat juga sudah tidak ada pastilah dia orang upahan Moryarti. 



Watson termenung sejenak untuk menenangkan diri dan mulai mencoba memahami apa yang terjad. Ternyata kesimpulannya mudah saja Holmes telah tiada !! Watson menelungkup dan mengamati daerah sekitar situ dengan seksama. Cipratan aor angsung membasasi sekujur tubuhnya. Hari sudah mulai gelap, dan yang tampak oleh nya hanyalah kemilau air pada dinding-dinding yang menghitam disekitar situ. Sepertinya Watson mendapatkan salam perpisahan dari Holmes karena ia menemukan kotak rokok perak milik temannya dan didalamnya ada sebuah surat.




Gimana penasaran kana apa yang sebenarnya terjadi pada tanggal 4 Mei di Air terjun Reichenbach Swiss ? apakah Holmes itu benar-benar meninggal ? atau Prof.Moryarti yang benar-benar meninggal ? nah untuk lebih jelas nya cerita selanjutnya akan saya posting di lain waktu, sayonara minnasan 

Neng Sani Meilani

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

1 komentar: